[MENCARI DIRI SENDIRI]

بسم الله الرحمن الرحيم
MENCARI DIRI SENDIRI
""'"'"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
Kebahagiaan hidup yang kita alami di Rahim bunda semasa dalam kandungan ialah dengan hidupnya bunda yang mengandung dengan 2 (dua) keadaan hidup, yaitu :
1. yang mengandung
2. yang dikandung.
_
Ibu melahirkan kita sebagai seorang manusia lengkap dengan pembawaan lahir..
Kelahiran kita mengandung pembawaan itu untuk hidup selanjutnya...
Untuk melanjutkan jalannya kehidupan kita supaya dapat menikmati Kebahagiaan Hidup.. maka tugas kita kemudian adalah melahirkan kandungan kita yaitu pembawaan dari Rahim ibu tsb.
-----------------------------------------------------------------------
Dengan telah melahirkan kandungan itu kita telah menjadi manusia baru dengan tenaga baru.
_
Yang melahirkan kita dan yang dilahirkan pun kita juga...
Kita yang telah terlahir itu ialah DIRI YANG BERDIRI DENGAN SENDIRINYA, bergerak dan berjalan dengan sendirinya, akan tetapi badan duduk ditempatnya.
_
Keluarnya dari badan kita melalui saluran saluran tertentu yang dinamakan pancaran yang setelah sanggup menembus alam sendiri dan akan sanggup pula menembus alam lain, ituu kalau kita telah dapat menguasai dan mengetahui RAHASIA yang sebenarnya.
_
Sebelum kita dapat melahirkan kandungan kita itu maka kehidupan kita akan terasa panjang jalannya sampai akhir hayat karena melanjutkan hidup sendiri..untuk kesempurnaan jalannya kehidupan kita maka lahirkanlah kandungan sendiri.. karena Kelahirannya mendatangkan HIDUP BARU bagi kita dan keseimbangan jalannya kehidupan kita.
-----------------------------------------------------------------------
Sebab Kita telah bertahun-tahun berjalan sendiri-sendiri mengarungi lautan hidup yang tidak bertepi.
_
Jika Rahasia kandungan telah terbuka dengan hasil dari latihan latihan yang telah kita lakukan yaitu keluarnya pancaran yang terasa betul pada ujung KUKU kita, ujung jari jemari kita.. Dan kita sendiri yg telah melahirkan kandungan kita itu .
_
Maka pergunakanlah jalan hidup yang baru kita dapat itu.
_
Bila HIDUP itu tidak kita pergunakan tidak perlu disesalkan kalau satu saat nanti kita ditinggalkannya.
-----------------------------------------------------------------------
Kita akan kembali pada LATIHAN semula yaitu mencari DIRI SENDIRI yang berdiri dengan sendirinya..
Setelah kita dapat MENEMUKAN JALANNYA PERNAFASAN kita yang turun naik, yang berasal dari dalam
maka DENGAN MEMATIKAN SEGALA TENAGA kita yang ada, kita MENCOBA MENURUTI TURUN NAIKNYA PERNAFASAN kita tsb, dengan pengertian kita MULAI MEMAKAI atau MENGGUNAKAN TENAGA DARI DALAM yaitu TENAGA YANG MENYEBABKAN TURUN NAIKNYA PERNAFASAN kita.
_
Lancarnya latihan kita hingga sampai pada MENINGKATNYA PERGERAKAN yang dibawa oleh DAYA TENAGA YANG BERASAL DARI JALAN PERNAFASAN kita itu sangat bergantung pada kepandaian kita membawakannya.
_
Untuk dapat membawakan sampai mengerti, yaitu kemampuan kita MENYERAHKAN SEGALA SESUATU apa yang ada pada kita KEPADANYA YANG BERDIRI DENGAN SENDIRINYA.
_
DIA akan bebas bergerak, kalau apa yang ada pada kita telah dipunyainya dan dikuasainya, dengan pengertian kalau tadinya kita menganggap Dia kepunyaan kita, maka sebaliknya JADIKAN KITA MENJADI KEPUNYAANNYA.
_
Setahu kita, DIA telah ada bersama kita dan Dia itu adalah kepunyaan kita, sebagai KARUNIA atau ANUGERAH dari yang Maha Besar lagi Maha Esa kepada kita.
-----------------------------------------------------------------------
DIA datang dariNYA dan akan kembali kepadaNYA pula. Dan kedatangannya pada kita untuk Kesempurnaan Kejadian kita.
_
Sungguh tidaklah sempurna rasanya kalau kita tidak mengetahui, mengenal dan MENEMUInya.
_
DIA langsung dari Yang Maha Esa sedangkan keadaan kita adalah dijadikan dari yang telah dijadikan.
_
Tingkatannya juga lebih tinggi dari kita karena DIA ASLI ( original ) dan kita dari yang dijadikan, meskipun yang menjadikan kita itu Tuhan Yang Maha Esa juga.
_
Satu ASAL, tetapi berlainan KE-ADA-AN.
_
DIA ada tetapi tiada, kita ada dan nyata, DIA yang telah berada bersama kita, bahkan terkandung didalam batang tubuh kita, kenapa kita tidak dapat menemuinya?
Tuhan telah memberikannya kepada kita untuk HIDUP bukan untuk MATI.
-----------------------------------------------------------------------
Jadi sudah tentu ada KELEBIHANNYA dari kita dan padanyalah LETAKNYA Rahasia Hidup dan kehidupan kita.
_
Dan kalau kita ingin hidup bahagia, tentu DIA MESTI KITA CARI dan KITA TEMUI, sebab PADANYALAH TERLETAK RAHASIA HIDUP itu.
Untuk mengetahui dan MENEMUInya kita harus MEMISAHKAN YANG SATU DENGAN YANG LAIN, yaitu memisahkan antara BADAN dan DIRI atau antara DIA dan AKU.
_
Latihan mematikan badan sebelum mati sebenarnya mendatangkan PERMULAAN PERPISAHAN, karena dengan perbuatan kita itu maka tinggallah YANG HIDUP.
_
Dengan latihan itu kita meninggalkan YANG HIDUP karena kita ingin mengetahui KE – ADA-AN yang sebenarnya.
_
Hendaklah kita TERUS BERLATIH dan BERLATIH mencarinya SAMPAI ADA PANCARAN yg KELUAR DARI UJUNG JARI JARI kita.
Dengan MERASAKAN PANCARAN YANG KELUAR DI UJUNG JARI JARI kita itu berarti DINDING TELAH TEMBUS dan RAHASIA TELAH TERBUKA ~ dan tugas kita ialah MEMPELAJARInya lagi dengan PERCOBAAN-PERCOBAAN dan pengalaman-pengalaman .
_
DIA adalah HAK MILIK kita dan orang lain tidak berhak atasnya.
-----------------------------------------------------------------------
Kenapa kita tidak pergunakan Hak milik kita Yang Amat Berharga itu ?
Pendirian kita selama ini SALAH karena tidak berpegang pada DIRI yang hidup, melainkan kepada BADAN barang yang mati.
_
Yang TERANG ada pada kita dan yang GELAP pun ada pada kita.
_
Kenapa berpegang pada yang GELAP ? SIANG ada pada kita MALAM pun ada pada kita.
_
SIANG adalah TERANG dan Yang Terang adalah DIRI
MALAM adalah GELAP dan Yang Gelap ialah BADAN.
_
Siterang letaknya DIDALAM dan Sigelap letaknya DILUAR.
_
MASUKKAN MALAM kepada SIANG dan MASUKKAN SIANG kepada MALAM. Datangkanlah YANG HIDUP dari YANG MATI dan YANG MATI dari YANG HIDUP.
_
KELUARKANlah Yang Didalam dan KEDALAMKANlah Yang Diluar.
_
UNTUK itu REZEKI yang TIDAK TERDUGA-DUGA dan TERBILANG banyaknya akan kita DAPATKAN.
-----------------------------------------------------------------------
Semua orang takut mati karena SALAH MEMAHAMI HIDUP. Dia takut ditinggalkan Hidup... makanya dia takut mati.
_
Mereka SALAH PEGANG, salah tangkap berpegang pada Yang Mati YANG DIANGGAPnya Yang Hidup
Sebenarnya Hidup, tidak diperdulikannya selama ini...
Bagi kita berpegang pada Yang Hidup tidak akan takut mati karena bagi kita Yang Hidup itu mestilah TIDAK ADA MATInya.. DIA itu KEKAL dan ABADI dan mungkin BERPINDAH – pindah tempat.
_
Pembawaan hidup mereka yang seperti itu menuju pada kematian dan perjalanan hidup yang kita bawakan menuju pada hidup kekal dan abadi untuk kembali ke asalnya.
_
Perlalanan mereka KEBAWAH sedangkan perjalanan kita KEATAS. Mereka MENUJU KEMATIAN manakala kita MENUJU KEHIDUPAN YANG KEKAL dan ABADI.
-----------------------------------------------------------------------
Perjalanan kita BESERTANYA ialah kita telah mati sebelum dimatikan, telah pergi sebelum dipanggil dan AKU telah kembali dari SANA.
_
AKU telah MENEMUINYA setelah engkau menemui AKU dan BATAS Aku dengan DIA ialah seperti batas antara Engkau dengan Aku yaitu JAUH TIDAK BERANTARA dan DEKAT TIDAK BERBATAS.
_
Engkau yang tadinya DINDING bagiku untuk menghubungi dan MENEMUI-Nya setelah dapat menghubungiku dengan CARA PEMECAHANMU, maka TERBUKAlah JALAN bagiku untuk menghubungi dan menemui NYA, karena pintu telah terbuka bagiku.
_
Engkau Aku bawa serta karena cinta kasih sayangku tertumpah padamu dan ENGKAUlah BADANKU itu ...
Kita tidak akan berpisah kecuali kalau dipisahkan oleh Yang Maha Kuasa.. Maka Dari itu KUASAILAH AKU supaya apa yang ada padaku menjadi KEPUNYAANMU.
-----------------------------------------------------------------------
Bagaimana cara menguasainya ?
Mudah saja...
Cintailah, kasihilah dan sayangilah AKU.
Bagimana cara mencintai, mengasihi dan menyayanginya ?
AKU tidak meminta apa yang tidak ada padamu, cukuplah kalau engkau SERAHKAN APA YANG ADA PADAMU KEPADAKU dan untuk itu akan AKU serahkan pula apa yang ada padaKu sehingga AKU menjadi kepunyaanmu dan engkau menjadi kepunyaanku.
_
Kedalam Engkau yang berkuasa, keluar AKU dimuka.
_
Tadinya sebelum engkau mengenal Aku maka AKU NYAWA mu... Setelah Engkau dapat mengenal AKU, maka Engkau tahu bahwa AKU ini sangat berguna bagimu.
-----------------------------------------------------------------------
Ketahuilah bahwa seluruh kehidupanmu BERGANTUNG PADAKU.. Setelah Engkau menemui AKU, maka Engkau lebih kenal padaku.
_
AKUlah yang akan menjadi Engkau dan Engkaulah yang akan jadi AKU.
_
AKU dan Engkau sebenarnya SATU dan memang kita satu... Ilmu pengetahuanlah yang memisahkan kita.. Dan AKUlah kita, AKU LUAR dan DALAM.
_
Selama ini Engkau berjalan sendiri dengan tidak memperdulikan AKU.
_
Sekarang setelah Engkau menemui AKU, apa lagi kita telah menjadi AKU maka kalau Engkau berjalan ikut sertakanlah AKU dan kalau AKU berjalan akan mengikut sertakan Engkau pula... Satu arah, satu tujuan dan satu tindakan.
_
Selama ini kita berjalan pada jalan sendiri – sendiri.
_
Sekarang kita kenal mengenal satu sama lain. Selapik sepetiduran, sebantal, sekalang hulu, sehina, semulia, kelurah sama menurun, kebukit sama mendaki, sakit senang sama-sama kita rasakan.
-----------------------------------------------------------------------
Apa yang tidak ada padaKU, ada padamu dan apa juga yang tidak ada padamu ada padaku.
_
Engkau selama ini sudah jauh berjalan sendiri dengan tidak mengikut sertakan AKU, walaupun Aku sentiasa berada bersamamu... Dalam banyak hal AKU menderita karena AKU yang merasakannya.
_
Sekarang AKU berjalan dan Engkau Aku ikut sertakan.
_
Tugasmu hanya menurut dan mempelajari hasilnya untuk kita. Engkau yang tadinya tidak tahu setelah mempelajari perjalananku akan banyak mendapatkan apa yang Engkau tidak ketahui selama ini.
_
AKU yang berbuat, Engkau yang melakukan dan hasilnya untuk KITA.
_
Bahagiamu terletak PADAKU dan bahagiaku padamu.
_
AKU sangat merasa bahagia kalau yang AKU perbuat dan melakukan besertamu menghasilkan yang memuaskan.
_
Lambat laun Engkau akan mengenal AKU yang sebenarnya. Dan perbuatanku bagimu namanya ILMU.
_
Oleh karena Aku GHAIB sifatnya maka namanya ILMU GHAIB.
-----------------------------------------------------------------------
Dalam Al Qur’an,
Allah bercerita tentang alam Materi.
Allah bercerita tentang alam Energi.
Allah bercerita tentang alam Cahaya.
Allah bercerita tentang alam Ilahiah.
_
Orang yang tidak percaya tentang alam ghaib, alam-alam selain alam materi, tentunya tidak akan bisa ”menyentuh” hakikat ilmu yang tertuang dalam ayat-ayat yang bercerita tentang alam-alam ghaib tersebut.
_
Orang yang hanya percaya alam materi dan alam energi, tentu sulit untuk memahami adanya alam cahaya dan alam ilahiah, dst.
_
Percaya dulu..
Sucikan diri dulu..
Dengar dan laksanakan perintah tanpa reserve (samikna waatokna, maka sedikit demi sedikit akan paham).. Yang tadinya tidak masuk akal, sedikit demi sedikit akan menjadi masuk-akal, menjadi mengerti dan paham..
Akalnya akan tumbuh dan berkembang. Itulah ketetapan Allah yang berlaku.
-----------------------------------------------------------------------
Lagian, bukankah pengetahuan itu terus berkembang?
Yang dulunya dianggap tidak masuk-akal, kini orang tidak lagi mempertanyakannya
Pemahaman tentang Matahari sebagai pusat edar tata-surya misalnya, dulu orang akan memandang ”berdosa” bagi orang yang mempercayainya, bahkan pihak gereja waktu itu menghukum mati orang yang mempercayainya.
_
Lha sekarang ?? Setelah semuanya terbukti...
_
(TUAK ILAHI)

[NUKAT GAIB]- 20 Sifat.

بسم الله الرحمن الرحيم
NUKAT GAIB
""""""""""""""""""""""
Sebelum ada/terciptanya segalah sesuatu yang ada hanya ALLAH yang berada dalam NUKAT GAIB yang diberi nama QUN, yaitu DZAT sejati..

NUKAT yang artinya bibit, 
GAIB yaitu samar/tidak nampak oleh mata yang disebut Nur Muhammad, yaitu Cahaya yang terang sekali tanpa bayangan, yang disebut sifat sejati QUN lalu FAYAQUN. 
_
QUN artinya Allah Bersabda (berkata)
FAYAQUN artinya Terjadi semua Afal (selamanya). 
_
Semua itu menjadi asalnya yang terjadi disebut Anasir Sejati. 
_
Jadi Allah memiliki 4 Anasir yaitu DZAT , SIFAT , ASMA dan AF'AL .

---------------------------------------------------------------------------------------------
Jadi bahwa dasar agama ISLAM itu lebih dulu mengetahui nama Allah dan selanjutnya seluruh yang ada (Jagad Raya). 
_
Mustahil kalau tidak ada yang menciptakan, karena yang menciptakan wajib adanya (mokal dan wajib). 
_
Itu sebabnya manusia hanya menjumpai yang sudah ada dan tetap tidak bisa berubah. 
_
1. Dat Allah yang tidak bisa dilihat tetapi mencakup/meliputi seluruh yang diciptakan semua yang dijumpai makhluk. 
_
Terbukti Layu Kayafu (tidak bisa diganggu oleh apapun), semua keterangan ada dibelakang. 
_
Umpama ada ikhtikat kepercayaan menceritakan manusia dapat / jumpa atau menghadap maju mundur dengan Allah, karena lupa dengan yang disebut Layu Kayafu.
---------------------------------------------------------------------------------------------
2. Sifat itu sebetulnya perkataan sesudah ada Dat, artinya kekuasaan Dat Allah yang sebenarnya bisa menciptakan apa saja dan mempunyai sifat seluruh yang diciptakan.
_
Dengan kehendak Allah, sifat itu adalah apa yang telah diciptakan, sifat itu berjuta-juta (milyaran) warnanya, seperti yang tertulis dikitab Al-Quran, yang menyebutkan kekuasaan, keagungan dan daya keperkasaan,

umpanya bisa menidurkan, membangunkan, menangiskan, menghidupkan benih. 
_
Oleh karenanya sifat-sifat yang spt itu terdapat pada manusia. 
---------------------------------------------------------------------------------------------
Para Ulama zaman dahulu kala sama-sama membicarakan satu keputusan bahwa sifat DAT yang wajib adanya itu menguasai manusia yang banyaknya 20+20+1, maksudnya mempunyai 
- sifat 20 yang wajib (tidak berubah-ubah), 
- 20 lagi sifat yang Mokal (bisa rusak/berubah) 
- 1 adalah sifat kuasa (wenang dalam bahasa jawa). 
_
Jika difikir dengan benar bahwa sifat 20 itu menyatu dengan manusia, maka itulah disebut sbg "cukup alatnya". 
_
Oleh sebab itu manusia diwibawai dengan sifat 20 tadi, 
umpamanya melihat, mendengar, hidup, bicara dan lain-lain.

---------------------------------------------------------------------------------------------
Semua sifat-sifat Allah tersebut disebutkan dibawah ini

SIFAT 20 ARTINYA
1. WUJUD = ADA
2. QIDAM = TIDAK ADA YG MENDAHULUI
3. BAQA = KEKAL
4. MUHALAFALIL HAWADIS = BEDA DENGAN YG BARU
5.QIYAMUH BINAFSIHI = BERDIRI SENDIRI
6. WAHDA NIYAT = MENYATU
7. QODRAT = KUASA
8. IRODAT = KEHENDAK
9. ILMU = PENGETAHUAN
10. HAYAT = HIDUP
11. SAMAK = MENDENGAR
12. BASHAR = MELIHAT
13. QALAM = BERKATA
14. QADIRAN = YANG MEMPUNYAI KUASA
15. MURIDAN = YANG MEMPUNYAI KEHENDAK
16. ALIMAN = YANG MEMPUNYAI ILMU
17. HAYAN = YANG MEMPUNYAI HIDUP
18. SAMIAN = YANG MEMPUNYAI PENDENGARAN
19. BASIRAN = YANG MEMPUNYAI PENGLIHATAN
20. MUTAKALINAN = YANG MEMPUNYAI PERKATAAN
---------------------------------------------------------------------------------------------
Menurut Usuluddin bahwa sifat 20 itu diringkas menjadi 4

Sifat kesatu disebut Nafsiah yaitu untuk badan (jasmani) nyata.
_
Sifat ke-2 sampai ke-6 disebut Salbiyah, yaitu sifat yang kekal.
_
Sifat Ke-7 sampai Ke-13 disebut Ma’ani, yaitu yang memiliki sifat Nafsiah, jika diteliti bekerjanya pd badan manusia dg bisa langsung bicara, mendengar dan berfikir.
_
Sifat ke-14 sampai ke-20 disebut Maknawiyah, yaitu yang memiliki sifat Ma’ani, artinya bisa bergerak, berkuasa, mempunyai kemauan dan ilmu.
_
Itu semua sifat yang utuh untuk menggerakkan, terdapat pada sifat ke-7 sampai ke-13, yaitu yang menghidupi badan manusia sehingga bisa bergerak dan yang menggerakkan terdapat pada sifat ke-14 sampai ke-20. 
_
Supaya jelas Dat Allah bisa menciptakan apa yang dikehendaki, lalu ada bentuk (wujud) manusia yang disebut Nafsiah, Karena hidupnya manusia mempunyai sifat-sifat 20.
_
Jadi bekerjanya sifat Ma’ani untuk manusia oleh karena manusia mempunyai sifat-sifat ke-14 dan ke-20. 
---------------------------------------------------------------------------------------------
Tanda-tanda bukti (terbukti) sifat Qodrat (kuasa) itu sifatnya tetap berkuasa. 
_
Untuk manusia kekuasaan itu hanya memakai akibatnya daya yang memiliki kekuasaan Allah,

contoh salah satunya sifat DZAT. 
> sifat ke-18 : (Sami’an) yang mendengarkan itu berada ditelinga, jadi ditelinga bisanya mendengarkan memiliki sifat Samak, dan terjadinya sifat Maknawiyah itu karena mempunyai sifat Ma’ani. 
_
Jelasnya Dayanya sifat Samak langsung bisa untuk mengetahui itu sesudah mempunyai sifat Wujud (ujud)/nyata yaitu telinga yang dimiliki manusia.
_
Mohon maaf... 
Kalau salah penerimaan, kadang menjadi lupa dan menganggap Allah itu bertempat pada manusia, padahal sebenarnya manusia itu hanya memakai Hakikatnya sifat-sifat Allah. 
---------------------------------------------------------------------------------------------
Walaupun tidak berada ditelinga, Allah itu bisa mendengar, itu karena Allah yang memiliki semua sifat tersebut. 
_
Maka dari itu jika membaca Hidayat Jati itu harus dikaji kembali, karena satu-satunya induknya pengetahuan, artinya Hidayat Jati itu tidak salah, tetapi yang membacanya saja harus berfikir luas, seluas ilmu ALLAH.. 
_
Jika membaca sifat-sifat yang disebutkan di atas harus diulang-ulang terus, agar dapat merasa tentram dan terang, sehingga merasa suasana menjadi terbuka pikirannya

Firman Allah Qur’an surat Ar-Ra’d : 28;
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.”

---------------------------------------------------------------------------------------------
Dipelajaran semua sifat tadi, lalu diulas (dibahas) lagi nama dan perkataan dibawah ini

> Sifat ke-1 disebut sifat JALAL, 
artinya Maha Agung, yang dinamakan agung itu DAT yang menyelimuti/melingkupi apa yang diciptakan.
_
> Sifat ke-2, 3, 4, 5 disebut sifat JAMAL, artinya Maha Elok/Sempurna, yang sempurna itu sifatnya, sebab tidak ada yang sama (menyerupai). 
_
Bukan lelaki, bukan perempuan, bukan banci, tidak beranak, tidak diperanakan (walam yalid walam yulad walam yakullahukufuan ahad) tidak bisa dijangkau dan tidak nyata.
_
> Sifat ke-11, 12, 13 dan sifat ke-18, 19, 20 disebut sifat KAMAL, artinya Maha Sempurna dan Af'al yang menciptakan keadaan tanpa cacat, sebab tidak ada makhluk yang mengherankan.
_
> Sifat ke-6, 7, 8, 9, 10 dan ke-14, 15, 16, 17 disebut sifat KAHAR, artinya Maha Wisesa (Maha Menguasai), melayani semua tanpa pilih kasih (tidak membeda-bedakan) walaupun Jin, syetan, Manusia, dan Hewan, oleh karena itu Allah disebut Suci

Jadi... siapa saja yang hidup bisa menyebut Allah dengan caranya masing-masing.
---------------------------------------------------------------------------------------------
> Asma/NAMA (julukan) itu hanya kata manusia saja, hanya untuk menyebut nama Allah wajib adanya, karena manusia berhak menolak dan menerima, hanya terbawa diri sendiri karena bisa bicara (ngomong) mengatakan penguasa tinggi adalah Allah. Yang Maha Kuasa disembah/dipuja dan tidak bisa dilihat (tidak nyata), karena pada Hakikatnya menyelamatkan umat manusia, lalu menyebutnya macam-macam menurut pengetahuan masing-masing.
_
Keterangan : satu-satunya orang menyebut Allah ada.
Hidayat Jati menerangkan bhw Allah hanya nama pribadinya, pribadi itu bentuk manusia yang lengkap memiliki Datnya Allah. dan Datnya Allah meliputi Jagad Raya.
_
Firman Allah dinyatakan dlm Qur’an surat Fushshilat (Hammim As-Sajdah) : 54
“Ingatlah bahwa sesungguhnya mereka adalah dalam keraguan tentang pertemuan dengan Tuhan mereka. Ingatlah bahwa sesungguhnya Dia Maha Meliputi segala sesuatu.”
_
Karena Dat itu meliputi seluruh yang ada, manusia langsung mengakui bahwa Allah itu meliputi, tidak diluar dan tidak didalam, seperti sirih; akar, pohon dan daun baunya sama. 
_
Datnya Allah itu diumpamakan seperti rasanya sirih, karena sulit untuk ditebak/ dinyatakan “tidak diluar dan tidak didalam”
---------------------------------------------------------------------------------------------
> Af'al (geraknya Allah).
Karena Af'al (gerak) semua makhluk yang diciptakan, yaitu apa saja, seperti Atom, seluruh zat gaib; Syetan, Malaikat dan manusia. Semua mengandung zat Allah. 
_
Jadi Jagad raya itu tidak pernah berubah (tetap) geraknya.
_
Bekerjanya Dat itu yang wajib sifatnya; tertib, Tentram, Adil, Suci, tidak membeda-bedakan, benar, tidak pernah berubah kekuasaannya. 
_
Jika ingin membuktikan setiap hari, seperti orang yg membuat mainan dari kaleng, diberi perputaran (as), minyak bensin dan roda, sehingga mainan itu bisa dibunyikan, bisa berjalan, itulah yang membuat barang/ mainan tadi bisa berjalan, hal tsb pasti sudah direncanakan dan memang pintar..

Nah kepintaran membuat barang/ mainan tersebut hakikatnya Dat yang membuat.. Allah itu maha cerdik, lalu apa yang dikehendaki pasti jadi, pasti bergerak.
_
itu sbg contoh lain bagi tanda saksi bekerjanya (bergeraknya) DZAT wajib adanya. 
_
Dari zaman dahulu kala (jutaan tahun) bumi, matahari, bulan, bintang, udara dan lain-lainnya itu tarik menarik selamanya tanpa berubah, menjadikan daya alam (hukum-hukum alam) yang tertib seperti; siang, malam, panas, dingin tidak pernah berubah, tidak dapat diukur seberapa kekuatan DZAT itu. karena sangat tertibnya dan tenang lalu timbul menuju arah satu, tidak cerai berai; terhadap manusia tiap hari tetap saling membutuhkan
---------------------------------------------------------------------------------------------
contohnya begini:
- Di hutan ada lebah madu glodok, madu kesukaan manusia dan lebah.
_
- Karena madu lebah untuk jamu/obat, karena membutuhkan lalu mencari kehutan.
_
- Di Hutan banyak bunga-bunga, itu saling dibutuhkan manusia, lebah, kupu-kupu saling mengisap.
_
- Adilnya Yang Maha Kuasa; supaya kupu-kupu tadi selamat dari serbuan lebah dan manusia, sayapnya diciptakan satu warna dengan bunga-bunga tadi agar manusia dan lebah tidak bisa membedakan mana yang bunga dan mana yang kupu-kupu dikarenakan sayap kupu-kupu seperti bunga-bunga yang ada dihutan. 
_
Lama-lama manusia berusaha supaya lebah tadi semua berkumpul kerumahnya, lalu dibuatkan rumah-rumahan dari kayu yang dibuat seperti sarangnya, oleh karena itu manusia juga mempunyai kekuasaan mengatur lebah.
---------------------------------------------------------------------------------------------
Jadi bisa terjadinya pd manusia itu sebab dari yang satu (Allah), dan kalau difikir betul bentuk hakikatnya ya DZAT Allah SWT dan menuju yang satu menyebabkan terjadinya benar dan selamat. 
_
Apa buktinya bila manusia mempunyai kekuatan dari Allah ?

kata-kata mempunyai kekuatan bisa ditafsirkan manusia itu sama dengan Allah bagi orang yang salah tafsir (salah pendapat). Yang diatas menyatakan bila Allah itu mempunyai sifat 20 wajib, 20 mokal (sebaliknya) dan sifat berkuasa (Yang Maha Kuasa / Wenang dalam bahasa jawa), kuasa artinya yang menciptakan semua yang ada didunia ini.
_
(TUAK ILAHI)

[ALIF LAM MIM]

بسم الله الرحمن الرحيم
ALIF LAM MIM
"""""""""""""""""""""""""
Sesungguhnya ALIF - LAM dan MIM itu adalah rangkaian huruf yang tidak digabung menjadi satu kalimat.. tidak menjadi a'lamu, alaimun atau almun, dsb akan tetapi yang dibaca adalah huruf ALIF - LAM - MIM .
_
Mengapa begitu ?
Ketahuilah,
jika yang dibaca itu adalah huruf, maka yang dikupas adalah huruf-hurufnya.
_
Hal yang paling mendasar dalam kajian huruf adalah menelisik bagaimana proses keluarnya huruf itu.
--------------------------------------------------------------------------------------------
Dalam pengajian tingkat dasar, belajar menyebut keluarnya huruf itu disebut dengan MAKHRAJUL HURUF.. dari sana nanti akan muncul kategorisasi huruf.
_
Jika huruf itu menjadi sebuah kata dan digabung dengan kata lain, maka ia menjadi kalimat, disebut juga dengan MAQOLAH.
--------------------------------------------------------------------------------------------
Bagaimana proses keluarnya huruf-huruf ALIF - LAM - MIM ?
ALIF
Sesuai dengan kategorisasinya, huruf ALIF itu termasuk ke dalam kategori huruf HALQIYYAH, yakni huruf yang keluar dari tenggorokan.
_
HALQIYYAH adalah majroth tho’aam wasy syurb artinya HALQIYYAH itu adalah tempat mengalirnya makanan dan minuman, disebut juga dengan tenggorokan..Disitulah letak dan sumber keluarnya huruf ALIF.
_
Ada beberapa huruf lain yang dikategorikan sama dengan huruf ALIF, diantaranya ‘AIN, GHAIN, HAA, KHAA.
--------------------------------------------------------------------------------------------
LAM
Huruf LAM itu termasuk ke dalam kategorisasi huruf DZAULAQIYYAH yang artinya masy’aruth tho’aam wasy syurb, yakni tempat merasakan makanan dan minuman.. yg terletak di ujung lidah.
_
Tidak banyak huruf yang termasuk ke dalam huruf DZAULAQIYYAH ini, kecuali RA dan NUN.
--------------------------------------------------------------------------------------------
MIM.
Huruf MIM itu terletak dan berasal dari perpaduan dua bibir dan dikategorikan sebagai huruf SYAFAWIYYAH.
_
Yang termasuk ke dalam kategori huruf SYAFAWIYYAH adalah huruf BA'.
--------------------------------------------------------------------------------------------
Jika kita telisik bahwa Kitab itu diisyaratkan dengan huruf ALIF - LAM - MIM adalah sebuah keterkaitan antara diri manusia dengan Tuhan.
_
Maka ALIF - LAM - MIM adalah sebuah proses turunnya Wahyu..
Dari tenggorokan, lalu bergeser ke ujung lidah dan keluar melalui rongga mulut (perpaduan dua bibir).
_
Sesuatu yang keluar melalui ketiga tempat itu membuat keramaian dunia.. disebut juga dengan KALAM.
_
Ketika KALAM itu disadari berarti KALAM telah membuka tabir dimana dirinya itu berada..
KALAM keluar bersama NAFAS, karenanya tak ada suara jika tak keluar bersama NAFAS .
_
Huruf ALIF yang berada ditenggorokan adalah simbolisasi keberadaan Tuhan yang sejalan dengan bunyi ayat :
“Dan sesungguhnya KAMI telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan KAMI lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya” (QS Qaaf 50 : 16).
--------------------------------------------------------------------------------------------
Tenggorokan ini adalah sumber suara sebuah ucapan (pita suara) dan digerakkan oleh nafas.. Karena itu, KALAM diolah oleh NAFAS, dimodifikasi oleh lidah dan dikeluarkan oleh mulut.
_
KALAM dan NAFAS yang keluar melalui tenggorokan adalah sebuah hukum yang mengatur dan menentukan kadar ucapan dan NAFAS seseorang sehingga ia dikatakan berbuat sebagaimana tulisan taqdirnya di alam awang uwung (lauhul mahfuudz).
_
Karena itu,
pada sisi ini semua ucapan manusia adalah "Qur’an" atau "wahyu Tuhan" dalam kadar tertentu yang menjadi hukum bagi dirinya sendiri.
--------------------------------------------------------------------------------------------
Ucapan manusia adalah hukum Tuhan yang membuat manusia dituntut untuk mempertanggungjawabkan setiap KALAM yang diucapkannya.
_
Jika buruk ucapannya, entah itu karena amarah nafsu, dsb, maka buruk pula kadar dirinya dan buruk pula hukum Tuhan terhadap dirinya.
_
Jika bagus ucapannya, maka bagus pula kadarnya dan hukum Tuhan terhadap dirinya.
_
Suara yang membentuk sebuah ucapan dan didorong oleh NAFAS ditentukan oleh AKAL PIKIRAN sehingga setiap kalimat merupakan realitas KESADARAN.
_
Semakin dalam KESADARANnya akan setiap kalimat, semakin dalam pula dirinya mengenal Tuhan.
--------------------------------------------------------------------------------------------
Namun setiap kalimat itu tetaplah menunjukkan mekanisme hukum Tuhan yang menjerat manusia baik disadari atau tidak.
_
Kalau begitu, apa kaitan akal dengan ucapan ?
Renungkan saja sendiri jawabannya yaa...
Huruf ALIF itu adalah hakikat DIRI atau ROH atau NYAWA kita yg sebenar-benarNYA, dan huruf ALIF itu adalah Martabat DZAT
Huruf LAM itu adalah hakikat JIBRIL atau PERANTARA atau PESURUH atau RASUL
Huruf MIM itu adalah hakikat NUR MUHAMMAD, nama bagi NUR yg CERAH lagi TAJALLI
sehingga maknanya adalah untk kembali menemui Asalnya yaitu ALLAH SWT
maka BERDIRI ia dengan sendirinya seperti huruf ALIF.
RUKUK ia dengan sendirinya seperti huruf LAM.
SUJUD dan DUDUK ia dengan sendirinya seperti huruf MIM
itulah yg dinamakan keberadaan jalanNYA ilmu ALIF- LAM- MIM
--------------------------------------------------------------------------------------------
"ALIF LAM MIM. Itulah Kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya, menjadi petunjuk bagi orang bertaqwa”. (QS Al Baqarah 2 : 1-2)
Dalam ayat tersebut diisyaratkan bahwa Kitab itu adalah ALIF LAM dan MIM
Kata “dzaalika” adalah ism isyarah (kata tunjuk) yang menunjukkan bahwa Kitab yang kemudian disebut sebagai AL-QUR'AN itu adalah ALIF, LAM dan MIM.
--------------------------------------------------------------------------------------------
Mengapa ALIF dan MIM dikatakan sebagai Kitab ?
"Sebenarnya, AL-QUR'AN itu adalah ayat-ayat yang jelas di shudur orang-orang yang diberi ilmu . Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat KAMI kecuali orang-orang yang zalim.” (QS Al Ankabut : 49)
“dan (ini) sesungguhnya AL-QUR'AN yang sangat mulia, dalam kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfudz), tidak ada yang menyentuhnya selain hamba-hamba yang disucikan.” (QS Al-Waqi’ah : 77-79)
_
(TUAK ILAHI)

[MELIHAT ALLAH]

بسم الله الرحمن الرحيم
MELIHAT ALLAH

Dalam AL-QUR'AN dan Hadits,
ALLAH telah menjelaskan secara tersirat tentang metode untuk menemui ALLAH dan melihat ALLAH ( RU’YATULLAH ) yaitu :
Al-Kahfi ayat 110 :
"……. barang siapa yang mengharapkan menemui Tuhannya, maka kerjakanlah amal shaleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada-nya”.
Pada ayat tsb di atas terdapat kalimat “AMAL SHALEH”
Kata “ AMAL ” mempunyai arti perbuatan atau metode atau cara.
Sedangkan istilah “ SHALEH ” yang se-akar dengan kata “shalah” dan “shalat” mempunyai makna hubungan atau penghantar atau sambungan.
Jadi
“ AMAL SHALEH ” mempunyai arti suatu perbuatan atau metode yang dapat menghantarkan seseorang kepada pengalaman bertemu ALLAH.
AMAL yang SHALEH pada hakekatnya adalah AMAL atau PERBUATAN atau METODE yang telah dicontohkan oleh para Utusan ALLAH dalam usahanya untuk mengadakan pertemuan dengan Tuhannya.
Dan yang harus diingat,
bahwa jumlah para Rasul dan Nabi yang diutus oleh ALLAH adalah sangat banyak, dan tidaklah mungkin semuanya itu diutus hanya di satu daerah tertentu saja.
ALLAH telah menurunkan para Utusan-NYA itu ke berbagai penjuru dunia.
Dan tidak tertutup kemungkinan ALLAH juga pernah menurunkan Utusan-NYA di negeri Cina atau Shindustan, sehingga Nabi MUHAMMAD Saw memerintahkan umat Islam pada waktu itu untuk belajar ilmu di negeri tsb
Dalam AL-QUR'AN dan hadits,
ALLAH telah menjelaskan secara tersirat tentang metode untuk menemui ALLAH ( LIQA’ ALLAH ) dan melihat ALLAH ( RU’YATULLAH ) yaitu :
“Dan berapa banyak Kami telah mengutus Nabi-Nabi pada umat terdahulu… “. (QS Az Zukhruf 43 : 6)
“Ada beberapa Rasul yang telah Kami kisahkan tentang mereka kepada kamu sebelumnya, dan Rasul-Rasul yang tidak kami kisahkan tentang mereka kepadamu…… “. (QS an Nisa 4 : 164).
“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu, yaitu orang-orang yang mengharap pertemuan dengan ALLAH dan hari Akhirat dan banyak mengingat ALLAH”. (QS Al Ahzab 33 : 21)
“Dan tiap-tiap umat ada Rasul ALLAH….”. (QS Yunus 10 : 47).
Untuk mencapai pertemuan dengan ALLAH diperlukan usaha dari setiap manusia dengan bimbingan seorang Guru Mursyid yang telah mencapai derajat MAKRIFATULLAH atau yang telah mengalami pengalaman bertemu ALLAH dengan berpedoman kepada Kitab-Kitab Suci yang telah diturunkan kepada umat manusia.
Prosesi Menemui ALLAH yang telah dicontohkan oleh para Rasul, Nabi dan Para Pewaris Nabi, pada intinya mempunyai satu kesamaan yaitu kita harus dapat melakukan prosesi mengulang kembali ke awal mula penciptaan manusia..
“Dan sesungguhnya kamu datang menemui Kami dengan sendirian seperti Kami ciptakan kamu pada awal mula kejadian dan kamu akan meninggalkan dibelakangmu semua apa yang Kami karuniakan kepadamu….. “. (QS Al An ‘am 6 : 94).
“Mereka dihadapkan kepada Tuhanmu dengan berbaris. Sesungguhnya kamu datang menemui Kami seperti Kami telah menciptakan kamu pada awal mula kejadian, bahkan kamu menyangka bahwa Kami tiada menetapkan janji bagi kamu “. (QS Al Kahfi 18 : 48).
“Perempuan-perempuan kamu (istri-istrimu) adalah seperti ladang bagimu, maka datangilah ladangmu sebagaimana kamu kehendaki dan kerjakanlah kebajikan untuk dirimu, bertaqwalah kepada ALLAH dan ketahuilah bahwa kamu akan menemui-NYA, dan sampaikanlah berita gembira untuk orang-orang yang beriman “.
(QS Al Baqarah 2 : 223).
“Dan mereka menanyakan kepadamu tentang haid. Katakanlah, “itu adalah penyakit atau kotoran”. Sebab itu hindarilah perempuan selama masa haid dan janganlah dekati mereka sebelum suci. Bila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu sebagaimana yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya ALLAH menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri“. (QS Al Baqarah 2 : 222).
….. Ketika kami sedang berada disisi Rasulullah, tiba-tiba beliau bertanya :
“Adakah orang asing diantara kamu ?”.
Kemudian beliau bersabda :
“Angkat tangan kamu dan tutuplah pintumu”. (HR Al Hakim)
“Tutuplah pintumu dan ingat Allah”. (HR Bukhari).
.
Dalam memahami proses kembali ke awal mula penciptaan manusia, kita sering terjebak dalam cerita atau kisah-kisah yang bersifat simbolis sehingga terjadi penyimpangan dalam menafsirkan dan menerapkannya.
Oleh sebab itu dalam memahami prosesi kembali ke awal mula penciptaan manusia, kita harus berpegang pada pedoman sebagai berikut :
● Pertama :
Setiap Kitab Suci mempunyai ayat-ayat yang bersifat Mukhamat dan Muthasyabihat.
“Dialah yang menurunkan Al Kitab kepada kamu. Diantara isinya ada ayat-ayat yang mukhamat, itulah pokok-pokok isi AL-QUR'AN dan yang lain adalah ayat-ayat Mutasyabihat……”. (QS Ali Imran 3 : 7).

● Kedua :
Setiap ayat yang mengisahkan tentang proses kembali ke awal mula penciptaan manusia, selalu mengandung pengertian yang berpasangan baik lahir maupun batin serta mengandung banyak perumpamaan atau amtsal.
.
“Dan Kami ciptakan segala sesuatu berpasangan-pasangan supaya kamu mendapatkan pengajaran”. (Ad Dzariyat 51 : 49).
“Maha Suci ALLAH yang telah menciptakan segala sesuatu berpasangan-pasangan diantara yang tumbuh di bumi danm pada diri mereka dan dari apa yang mereka yang tidak diketahui” (QS Yasin 36 :36).
“Sesungguhnya Kami telah menjelaskan berulangkali kepada manusia dalam AL-QUR'AN ini bermacam perumpamaan tetapi kebanyakan manusia enggan Amenerimanya kecuali ingkar”. (QS Al Isra 17 : 89).
“Dan sesungguhnya telah Kami buat dalam AL-QUR'AN ini bermacam-macam perumpamaan untuk manusia. Dan sesungguhnya jika kamu membawa kepada mereka suatu bukti, pastilah orang-orang yang kafir itu akan berkata : Kamu tidak lain hanyalah orang-orang yang membuat kebohongan belaka”. (QS Ar Rum 30 : 58).
“Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buatkan untuk manusia dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu”. (QS Al Ankabut 29 : 43)
.
● Ketiga :
Setiap Kitab Suci, ditujukan untuk manusia yang masih HIDUP.
Apa yang diperintahkan dalam Kitab Suci harus bisa dilaksanakan oleh manusia ketika dia masih HIDUP di atas dunia.
Berdasarkan 3 pedoman tsb,
kita akan coba untuk membahas ayat-ayat yang menjelaskan metode untuk menemui dan melihat ALLAH .
Dalam surat Al-Kahfi 18 : 110 telah dijelaskan bahwa apabila seorang manusia ingin berjumpa dengan ALLAH selagi masih hidup di dunia, maka ia harus melakukan “AMAL SHALEH”.
Berdasarkan surat Al An”am 6 : 94 ALLAH telah memberitahukan bahwa proses bertemunya seorang manusia dengan-NYA adalah seperti ketika manusia diciptakan pada awal mula kejadian.
Dengan dalil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa intisari dari metode amal shalih adalah suatu proses pengulangan kembali ke awal mula kejadian penciptaan seorang manusia.
.
Bagaimanakah proses awal mula penciptaan seorang manusia ?
.
Dan apa hubungannya dengan proses bertemunya seorang manusia dengan ALLAH . ??
Marilah kita lihat sejarah hidup Nabi MUHAMMAD Saw dalam mencari keberadaan Sang Khaliknya.
Sejak lahir sampai berumur 25 tahun, MUHAMMAD telah diajarkan dan didoktrin oleh para pemuka agama kaum Quraisy bahwa Tuhan yang harus disembah adalah Tuhan-Tuhan yang berwujud patung-patung yang mempunyai nama antara lain Lata Uza, Manata dan lainnya.
Dalam diri MUHAMMAD pada waktu itu tidak mempercayai ajaran tsb, sehingga beliau meminta ijin kepada isterinya SITI KHODIJAH untuk berTAHANUTS atau berUZLAH atau berKHALWAT mengasingkan diri ke dalam Gua Hira dilereng Gunung Cahaya (JABAL NUR) dengan tujuan untuk mencari Tuhan yang sebenarnya.
Selama berbulan-bulan MUHAMMAD berTAHANUTS/ berUZLAH/berKHALWAT di Gua Hira, tetapi belum juga menemukan cara untuk bertemu sekaligus mengenal Sang Khalik.
Tetapi berkat usaha beliau yang tidak kenal menyerah, akhirnya di usia ke 40 tahun, beliau (MUHAMMAD) mendapatkan WAHYU yang pertama kali dari ALLAH melalui malaikat JIBRIL yang isinya adalah perintah untuk IQRA = MEMBACA/ MERENUNGKAN dan MEMPELAJARI PROSES AWAL MULA PENCIPTAAN DIRI SEORANG MANUSIA.
“Bacalah dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakan. Dia menciptakan manusia dari Alaqah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Pemurah. Yang mengajari manusia dengan Qalam. Dia mengajari manusia apa yang belum diketahuinya”. (QS Al Alaq 96 : 1-5).
Berdasarkan dalil tersebut, marilah kita coba renungkan bersama..
MUHAMMAD pada waktu itu berTAHANUTS/ berUZLAH/berKHALWAT di Gua Hira dengan tujuan untuk mencari, menemui dan mengenal keberadaan Sang Khalik yang sebenarnya, walaupun beliau tidak mengetahui cara atau metode untuk bertemu dengan Sang Khalik.
Untuk maksud tersebut,
akhirnya ALLAH memerintahkan melalui malaikat JIBRIL agar beliau ( MUHAMMAD ) mempelajari proses awal mula penciptaan seorang manusia dari AL ALAQAH.
Tentunya MUHAMMAD pada waktu itu bertanya dalam QALBUnya, apakah hubungan antara proses awal mula penciptaan manusia dari AL ALAQAH dengan proses bertemunya seorang manusia dengan ALLAH ?
Dengan kecerdasan yang dimiliki oleh beliau dan pengajaran yang diajarkan oleh ALLAH, melalui malaikat JIBRIL akhirnya beliau menemukan jawabannya, sehingga akhirnya beliau pada hakikatnya dapat bertemu dan melihat ALLAH untuk pertama kalinya di Gua Hira.
Kemudian selanjutnya beliau selalu mendapatkan pengajaran dari ALLAH melalui malaikat JIBRIL berupa WAHYU-WAHYU sampai beliau berusia 63 tahun.
Demikianlah sekilas sejarah hidup Nabi MUHAMMAD Saw dalam mencari Tuhannya.
Dari sejarah Nabi MUHAMMAD Saw tsb, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa untuk bertemu dengan ALLAH kita harus mempelajari proses awal mula penciptaan diri yang bermula dari AL ALAQAH.
Kata ALAQAH mempunyai 2 arti yaitu
1. cinta kasih yang melekat.
2. segumpal darah.
Dari 2 pengertian tersebut,
dapat disimpulkan bahwa proses penciptaan manusia bermula dari rasa cinta ALLAH kepada makhluk-NYA.
Hal ini sesuai dengan Hadits Qudsi :
“AKU dahulu adalah permata yang tersembunyi. AKU rindu untuk dikenal, maka AKU ciptakan makhluk agar ia mengenal-KU”. (HR. Bukhari).
.
Rasa cinta ALLAH kepada makhluk-NYA itu kemudian diberikan kepada ayah ibu kita sehingga timbullah rasa cinta diantara keduanya, yang kemudian dilekatkan dalam sebuah ikatan perkawinan.
Kemudian mereka melakukan persenggamaan sehingga terjadilah penyatuan 2 rasa cinta yang dilebur menjadi 1.
Dalam persenggamaan tsb terjadilah pelepasan SPERMATOZOA dari ayah, yang selanjutnya mereka bergerak menuju pasangannya yaitu OVUM atau SEL TELUR yang berada di dalam Rahim.
Setelah mereka bertemu maka SPERMA ( NUTFAH ) akan bergerak mengelilingi SEL TELUR sebanyak 7 kali mirip gerakan THAWAFnya para jamaah HAJI.
Setelah itu barulah SPERMA ( NUTFAH ) berusaha untuk menembus lapisan pelindung SEL TELUR.
dan jika berhasil maka terjadilah penyatuan antara SEL TELUR dengan SPERMA ( NUTFAH ) yang akan mengakibatkan pembuahan yang selanjutnya membentuk SEGUMPAL DARAH atau AL ALAQAH yang merupakan cikal bakal JANIN, bayi manusia.
Selanjutnya ALAQAH tsb berproses menjadi MUDGHAH, IZHAMAH, dan LAHMAH kemudian baru menjadi JANIN bayi yang sempurna secara jasmaniyah, kemudian ALLAH meniupkan RUH-NYA kedalam JANIN bayi tsb.
Ketika berada di dalam Rahim,
sang bayi mengalami keadaan dimana semua aktifitas inderawinya tidak berfungsi secara sempurna.
Atau dengan kata lain,
lubang-lubang inderawinya masih tertutup karena sang bayi berada dalam AIR KETUBAN ( OMNIUM WATER ) selama kurang lebih 9 bulan, sampai akhirnya sang bayi lahir ke alam dunia ini.
Berdasarkan uraian tersebut,
dapat disimpulkan bahwa proses awal mula penciptaan seorang manusia melalui 2 tahapan yaitu
> Tahap pertama
berasal dari cinta kasih seorang pria dan wanita yang saling dilekatkan dengan ikatan perkawinan dan persenggamaan.
> Tahap kedua
yang merupakan lanjutan dari tahap pertama yaitu segumpal darah yang melekat di dinding rahim yang terus berproses menjadi janin bayi yang terendam didalam air ketuban selama 9 bulan.
Dalam surat Al An’am 6 : 94 telah diisyaratkan bahwa proses bertemunya seorang manusia dengan ALLAH adalah seperti proses awal mula penciptaan diri manusia itu sendiri, yaitu
PERSENGGAMAAN kedua orang tuanya dan SEGUMPAL DARAH yang kemudian menjadi bayi yang berada dalam kandungan ibunya.
Mungkin timbul 2 pertanyaan dalam diri kita,
– Pertama,
apa hubungannya antara persenggamaan dengan proses bertemunya seorang manusia dengan ALLAH ?
– Pertanyaan kedua,
apa hubungannya antara proses penciptaan janin bayi dalam kandungan dengan proses bertemunya seorang manusia dengan ALLAH ?
*Inilah masalah yang selama ini dirahasiakan oleh Nabi Muhammad Saw*
.
“Janganlah engkau berikan ilmu ini kepada yang tidak membutuhkan, karena itu adalah perbuatan zhalim. Tetapi jangan engkau tidak berikan ilmu ini kepada yang membutuhkan, karena itu juga perbuatan zhalim”. (Al Hadits) .
Seorang sahabat yang bernama Abu Hurairah juga pernah berkata :
“Aku hafal dua karung (kitab) hadits dari Rasulullah Saw. Yang satu karung (kitab) sudah aku siarkan kepada kalian semua. Sedang yang satu lagi kalau aku siarkan, niscaya dipotong orang leherku”. ( HR Bukhari).
.
Berdasarkan dalil tersebut,
dapat disimpulkan bahwa ada Kitab Hadits yang disembunyikan oleh Abu Hurairah, yang kemudian diajarkan hanya kepada orang yang terpilih yang terus diwariskan sampai ke generasi sekarang.
Sebagian besar isi dari Kitab Hadits tsb berkaitan dengan masalah metode untuk melihat ALLAH dan bertemu dengan-NYA, melalui proses pengulangan awal mula kejadian penciptaan manusia.
Dengan niat yang baik,
saya mencoba menyingkap masalah tsb dengan dasar AL- QUR’AN dan Hadits :
.
“Dan janganlah engkau sembunyikan kebenaran itu, padahal engkau mengetahuinya”. (QS Al Baqarah 2 : 42).
“Sampaikanlah kebenaran itu walaupun pahit”. (HR Bukhari).
“Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan atau merahasiakan keterangan-keterangan dan petunjuk-petunjuk yang telah Kami turunkan setelah Kami menjelaskannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dilaknat ALLAH dan dilaknat pula oleh mereka yang melaknat kecuali orang-orang yang telah bertaubat, berbuat kebaikan dan menerangkan apa-apa yang mereka sembunyikan, maka mereka itulah yang Aku terima taubatnya dan Akulah Yang Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang” (QS Al Baqarah 2 : 159-160).
“Sampaikanlah dariku, walaupun satu ayat”. (Al Hadits)
.
Di dalam AL-QUR"AN,
ALLAH telah mengisyaratkan hubungan antara persenggamaan dengan proses bertemunya seorang manusia dengan ALLAH , yaitu :
.
“Perempuan-perempuan kamu (istri-istri kamu) adalah seperti tempat bercocok tanam bagimu, maka datangilah tempat bercocok tanam milik kamu itu sebagaimana kamu kehendaki. Dan buatlah kebaikan untuk dirimu dan bertakwalah kepada ALLAH dan ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu akan menemui-NYA dan sampaikanlah berita ini gembira untuk orang-orang yang beriman”. (QS Al Baqarah 2 : 223).
Sebagian besar mufasirin menafsirkan ayat tersebut termasuk ayat yang bermakna MUKHAMAT artinya jelas dan terang sesuai dengan teksnya.
Tetapi apabila kita teliti lebih lanjut, terdapat 1 keanehan yang tersirat dalam ayat tersebut, yaitu pada awalnya ayat itu berbicara tentang masalah persenggamaan (berjima’) antara seorang suami dengan istri-istrinya, tetapi tiba-tiba diakhir ayat tersebut terdapat kalimat :
“dan ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu akan menemui-NYA dan sampaikanlah berita gembira ini kepada orang-orang beriman”
Tentunya kita bertanya,
Apa hubungannya antara persenggamaan dengan kabar gembira bahwa kita akan menemui ALLAH ?
Mengapa ALLAH menggabungkan antara permasalahan tatacara bersenggama (berjima’) dengan masalah proses menemui-NYA dalam satu ayat ?
Adakah makna yang tersirat dari ayat tersebut ?
Inilah permasalahan yang akan kita coba bahas dengan hati-hati, karena hal ini merupakan masalah yang sangat sensitif yang bisa menimbulkan kesalafahaman dan fitnah, seperti yang terjadi pada penulisan kitab “Darmogandul” dan Kitab “Gatoloco” yang menjadi polemik pada waktu itu sampai sekarang ini.
Proses bertemunya seorang manusia dengan ALLAH adalah melalui suatu proses yang mirip dengan proses awal mula penciptaan manusia (surat Al An’am 6 ayat 94).
Kata “MIRIP” inilah yang harus diperhatikan dan dipahami dengan benar..!!
Kata “MIRIP” ini merupakan terjemahan dari kata “KAMAA”.
Dalam bahasa Arab, kata “ KAMAA ” mempunyai banyak arti yaitu *seperti, sebagaimana, bagaikan atau mirip.
Kita sering tidak menyadari arti kata “KAMAA” ini.
Dari arti ini dapat disimpulkan, bahwa proses bertemunya seorang manusia dengan ALLAH adalah seperti proses penciptaan awal mula kejadian manusia yaitu yang diawali dengan persenggamaan antara ayah ibu kita adalah bukan dalam arti yang sebenarnya, tetapi proses tersebut hanya bersifat mirip dengan proses awal mula penciptaan manusia (persenggamaan).
Bagaimanakah kemiripannya ?
Untuk memahami permasalahan tsb, kita harus menyadari bahwa ALLAH telah menciptakan segala sesuatu dengan berpasangan (QS 51 : 49)
Demikian juga DIRI kita,
juga diciptakan dengan berpasangan,
“Maha Suci ALLAH yang telah menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui”. (QS Yasin 36 : 36)
Pada bagian akhir ayat tersebut dijelaskan bahwa kita tidak mengetahui secara keseluruhan apa saja yang diciptakan ALLAH secara berpasangan.
Tegasnya,
masih banyak yang diciptakan secara berpasangan yang belum diketahui oleh kita, salah satunya adalah tentang diri kita sendiri yang ternyata juga berpasangan.
Diri kita yang bersifat JASMANI mempunyai pasangannya yaitu diri yang bersifat RUHANI.
Diri JASMANI kita juga mempunyai pasangan secara jenis kelamin, yaitu PRIA dan WANITA.
Dalam pandangan ahli hakikat,
pada diri setiap manusia, terdapat syimbol kelakian dan kewanitaan, baik secara genital maupun secara sifat.
Secara GENITAL KELAKIAN diberi tanda khusus dengan organ yang berbentuk “huruf ALIF” atau “LINGGA” atau “ALU”.
Secara GENITAL KEWANITAAN diberi tanda khusus dengan organ vital yang berbentuk “huruf BA” atau “YONI” atau “LUMPANG”.
Dalam bahasa Arab,
- ORGAN VITAL KELAKIAN di sebut AD-DZAKAR
- ORGAN VITAL KEWANITAAN disebut AL-UNTSA.
SIFAT KELAKIAN disebut dengan istilah AR-RIZAL
SIFAT KEWANITAAN disebut dengan istilah AN-NISA.
Setiap DIRI manusia juga mempunyai 2 SIMBOL KELAKIAN dan KEWANITAN sekaligus ( APRODITE ), yaitu
- 7 lubang INDERAWI yang ada di KEPALA dan 3 lubang yang ada di BADAN sebagai SIMBOL KEWANITAAN,
- 10 JARI TANGAN sebagai SIMBOL KELAKIAN.
Inilah MAKNA SIMBOLIS dari HAKIKAT ISTERI, yang di isyaratkan dalam AL-QUR'AN :
.
”Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia menciptakan untuk kamu istri dari anfusmu sendiri……..”. (QS Ar Rum 30 : 21)
“Dia menciptakan kamu dari diri yang satu, kemudia Dia menjadikan daripadanya istrinya……”. (QS Az Zumar 39 : 6)
“Hai sekalian manusia, bertakwalah kamu kepada Tuhanmua yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Allah menciptakan istrinya….”. (QS An Nisa 4 : 1)
7 lubang INDERAWI yang ada di KEPALA manusia merupakan tempat berkumpulnya 4 RASA INDERAWI yaitu
- pendengaran,
- penglihatan,
- penciuman
- pengucapan,
yg oleh AHLI HAKIKAT dianggap sebagai SIMBOL “ 4 ISTERI ” yang harus dinikahi secara keseluruhan ( poligami ), agar ke 4 HAWA NAFSU yang ada pada
- lubang telinga,
- lubang mata,
- lubang hidung
- mulut
dapat dipimpin dan dikendalikan oleh Sang SUAMI.
“Dan jika kamu takut tidak dapat berlaku adil terhadap perempuan yatim, hendaklah kamu menikahi siapa saja di antara perempuan-perempuan yang kamu sukai dua, tiga, atau empat tetapi jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka nikahilah seorang saja atau kamu mengambil budak-budak perempuan yang kamu miliki……”.
(QS An Nisa 4 : 3)
.
Seorang lelaki yang dapat mempunyai 4 istri dan dapat mengendalikan dan memimpin ke 4 istrinya adalah type seorang muslim yang terbaik, hal ini sesuai dengan hadits nabi MUHAMMAD Saw :
Dari Sa’id bin Jubair, ia berkata : Ibnu Abbas berkata kepadaku :
“Apakah engkau telah menikah?”
Aku menjawab : “Belum”.
Ia berkata : “Menikahlah,
Karena sesungguhnya sebaik-baiknya orang Islam adalah yang lebih banyak istrinya. (HR Bukhari dan Ahmad).
.
Secara Simbolis dalil tsb menjelaskan tentang hakikat dari keberadaan HAWA NAFSU yang berada disetiap lubang telinga, lubang mata, lubang hidung dan mulut.
Ke-empat INDERAWI ( telinga-mata-hidung-mulut ) merupakan SIMBOL dari PEREMPUAN YATIM,
Artinya perempuan yang hidup sendirian (yatim = sendiri, satu-satunya atau tidak berbapak).
Aktifitas mendengar, melihat, mencium dan mengucap, mengalami pertumbuhan dan perkembangan dengan sendirinya ( yatim ), karena mereka sudah diprogram oleh ALLAH untuk menjalankan fungsinya sesuai dengan perintah-NYA.
Telinga hanya berfungsi untuk mendengar,
Mata hanya berfungsi untuk melihat,
Hidung hanya berfungsi untuk mencium,
Mulut hanya berfungsi untuk mengucap dan mengecap saja.
Singkatnya fungsi INDERAWI mereka tidak akan tertukar diantara mereka.
.
Hal ini yang diisyaratkan dalam firman-NYA :
“Dan sungguh Kami telah menciptakan di atas (kepala) kamu tujuh (lubang) jalan (aktifitas inderawi). Dan tidaklah Kami lalai memelihara (fungsi inderawi) yang Kami ciptakan itu”. (QS Al Mu’minun 23 : 17)
Setiap INDERAWI mempunyai kebutuhan yang sangat FITRAH yang harus dipenuhi.
Apabila kebutuhan itu terpenuhi dengan baik maka ia akan bahagia atau sebaliknya ia akan tidak bahagia apabila kebutuhannya tidak terpenuhi.
.
Kebutuhan mata adalah melihat.
Kebutuhan telinga adalah mendengar.
Kebutuhan hidung adalah mencium
Kebutuhan mulut adalah mengucap dan mengecap.
.
Semua kebutuhan itu harus dipenuhi dengan adil, tetapi kadang kita tidak bisa berbuat adil.
misalnya kita hanya mendahulukan kepentingan salah satu inderawi saja dibandingkan kebutuhan inderawi lainnya atau kita hanya mempercayai salah satu inderawi saja dibandingkan mempercayai inderawi lainnya.
Inilah yang diisyaratkan secara simbolis dalam firman-NYA :
“Dan kamu tidak akan dapat berlaku adil diantara istri-istrimu walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, maka janganlah kamu terlalu cenderung kepada istri yang kamu cintai sehingga engkau biarkan istri yang lain seperti tergantung (terlupakan)……”. (QS An Nisa 4 : 129)
Dalam mengarungi bahtera rumah tangga, kadang para istri atau wanita menjadi sumber fitnah dan dosa, karena mereka banyak menuntut kebutuhannya secara berlebihan, sehingga Nabi MUHAMMAD Saw pernah bersabda
“Aku tidak meninggalkan umatku fitnah yang kebih berbahaya buat lelaki lebih dari fitnah yang dibawa kaum wanita”. (Al Hadits) .
“Bumi ini subur dan indah. Dan Tuhan telah menyerahkan amanah kepada kalian di muka bumi ini. Jika muncul godaan di dunia, berhati-hatilah kalian. Dan berhati-hatilah terhadap wanita, karena fitnah pertama yang menimpa bangsa Isarail adalah fitnah wanita”. (HR Muslim).
.
Secara simbolis,
Hadits tersebut menjelaskan bahwa keinginan dari HAWA NAFSU yang ada di LUBANG INDERAWI kita, bisa juga menjadi perangkap setan (setan adalah sifat menjauh atau merenggang dari kebenaran) yang seringkali menimbulkan permasalahan karena kita akan terus mengikuti kemauannya dan selalu memenuhi kebutuhannya, sehingga kita akan menjauh dari nilai-nilai kebenaran.
Misalnya,
kita selalu menuruti apa saja yang yang diinginkan oleh mulut, sehingga kita makan secara berlebihan tanpa mempedulikan apakah makanan itu halal atau haram, thayib atau tidak.
Untuk mengatasi masalah tsb ALLAH telah memberikan jalan keluarnya yaitu agar setiap lelaki atau suami selalu mengendalikan dan memimpin wanita atau istri-istrinya atau HAWA NAFSUnya yang terdapat pada telinga, mata, hidung dan mulut.
“Lelaki adalah pemimpin atas para wanita karena ALLAH telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita)…..”. (QS An Nisa 4 : 34)
Siapakah Sang SUAMI atau LELAKI secara hakekat ?
Secara hakikat
Simbol “SUAMI atau LELAKI” adalah JARI-JARI TANGAN kita.
Hanya JARI-JARI TANGAN kitalah yang dapat mengendalikan HAWA NAFSU atau KEINGINAN yang berlebihan yang timbul dari ke 4 ISTERI kita yaitu telinga, mata, hidung dan mulut, dengan cara mengIHRAMkan (melarang) mereka untuk beraktifitas seperti yang diisyaratkan dalam gerakan TAKBIRATUL IHRAM dalam setiap awal ibadah SHOLAT.
Ketika keinginan untuk mendengar, melihat, mencium dan mungucap atau mengecap sudah sangat berlebihan, maka satu-satunya cara untuk menghentikannya adalah dengan menutup lubang-lubang inderawi tersebut dengan jari-jari tangan kita, dengan gerakan TAKBIRATUL IHRAM (Takbir Larangan).
Dengan tertutupnya LUBANG-LUBANG INDERAWI kita maka secara berangsur-angsur keinginan HAWA NAFSU dari para ISTERI mulai menghilang.
Gerakan TAKBIRATUL IHRAM secara simbolis juga mengisyaratkan hubungan antara “PERNIKAHAN atau PERKAWINAN” SIMBOL KELAKIAN yaitu jari-jari tangan, dengan SIMBOL KEWANITAAN yaitu lubang-lubang inderawi, dengan proses pertemuan dengan ALLAH, seperti yang diisyaratkan dalam firman-NYA :
“Istri-istrimu adalah seperti ladang (tempat bercocok tanam) bagimu, maka datangilah ladangmu (tempat bercocok tanammu) sebagaimana kamu sukai dan buatlah kebaikan untuk dirimu dan ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu akan menemui-NYA dan sampaikanlah kabar gembira ini untuk orang-orang yang beriman”. (QS Al Baqarah 2 : 223)
.
Ayat tsb apabila ditafsirkan secara simbolis, akan mempunyai arti sebagai berikut :
● Pertama :
Kata “ISTERI-ISTERI” dalam ayat tersebut mempunyai makna simbolis 7 LUBANG INDERAWI yang berada di KEPALA manusia.
Sedangkan kata ganti KAMU, pada ayat tersebut mempunyai makna simbolis 10 JARI TANGAN manusia.
.
● Kedua :
Pada ayat tersebut terdapat kalimat
“Perempuan-perempuan (isteri-isteri) kamu adalah ladang bagi kamu. Maka datangilah ladangmu sebagaimana kamu kehendaki”.
Kalimat tsb mempunyai arti simbolis bahwa ke 7 LUBANG INDERAWI kita adalah LADANG bagi 10 JARI TANGAN.
(Ladang adalah tempat untuk bercocok tanam, apabila tempat itu cocok untuk ditanam dengan satu jenis tanaman tertentu maka ditanamlah tanaman tsb).
Hal ini berarti 7 LUBANG INDERAWI yang ada di KEPALA adalah tempat yang cocok bagi JARI-JARI TANGAN untuk ditanamkan di lubang-lubang tersebut sesuai dengan keinginan kita.
Bagaimana mencocokkannya, silahkan tanya kepada ahlinya..! 
.
● Ketiga :
Pada ayat tersebut juga terdapat kalimat
“Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu akan menemui-NYA”.
Kalimat ini mempunyai arti simbolis, bahwa ketika JARI-JARI TANGAN sudah ditanamkan ke dalam LUBANG-LUBANG INDERAWI maka dalam posisi demikian sesungguhnya kita sedang melakukan prosesi untuk bertemu dengan ALLAH .
Jadi
prosesi menemui ALLAH dapat terjadi ketika SIMBOL KELAKIAN ( jari-jari tangan ) dipertemukan dengan SIMBOL KEWANITAAN yaitu lubang-lubang inderawi.
Inilah yang dimaksud dengan hakikat pernikahan “BIL YAD” ( pernikahan dengan mempergunakan tangan ) atau “SIRRI” atau “RAHASIA”, yaitu pernikahan yang bersifat rahasia antara JARI-JARI TANGAN dengan LUBANG INDERAWI yang hanya diketahui oleh dirinya sendiri.
.
● Keempat :
Pada akhir ayat tersebut terdapat kalimat
“Dan sampaikanlah berita gembira ini kepada orang-orang yang beriman”.
Kalimat ini mempunyai arti simbolis bahwa prosesi menemui ALLAH yang diisyaratkan dalam surat tersebut harus disebarluaskan kepada orang-orang yang beriman sebagai kabar gembira, agar mereka dapat mengetahui dan melaksanakan tatacara menemui ALLAH tersebut selagi mereka masih hidup di atas dunia.
.
(TUAK ILAHI)