{BayanNafi}

بسم الله الرحمن الرحيم



Bab ini suatu pasal pada menyatakan suatu risalah penyempurna pada menyatakan jalan sekalian Arif billah mengenal Haq Allah Ta’ala.

Adapun ahdiah dan wahdah dan wahdiah dan Alam Arwah Alam Misal Alam Ajsam dan Alam Insan. 
Adapun Ahdiah itu zat Allah Ta’ala martabatnya Lata’yun dan Wahdah itu sifat Allah ta’ala martabatnya ta’yun awal dan Wahdiah itu asma’ Allah Ta’ala martabatnya Ta’yan tsani, dan Alam Arwah Alam Misal Alam ajsam dan Alam insan itu Af’al Allah Ta’ala.
Adapun Ahdiah itulah sebenar benarnya insan dan insan itulah manusia dan sebenar benarnya manusia itulah Allah dan sebenar benarnya Allah itulah sifat Allah dan sebenar benarnya sifat Allah itulah zat Allah dan sebenar benarnya zat Allah itulah wujud Allah dan sebenar benarnya wujud Allah itulah Af’al Allah Ta’ala dan sebenar benarnya Af’al Allah Ta’ala itu inilah adanya, jangan syak dan sangka. 
Jangan syak lagi kita insan ini, kita inilah sebenar benarnya manusia dan kita inilah sebenar benarnya Allah Ta’ala dan inilah sifat Allah Ta’ala kita inilah zat Allah Ta’ala ........Jangan syak.
Kita inilah yang bernama anak panah emas, ulunya ma’nikam batangnya zamrud talinya perak, Jangan sangka dan kita inilah Allah dan kita inilah zat Allah dan kita inilah Ganah zat Allah Ta’ala, janganlah syak dan daripada sekalian Asma’ yang tersebut itu maka sampailah ganah kepada zat Allah Ta’ala .... janganlah syak dan kita inilah zat sendirinya dan kita inilah wujud Allah Ta’ala dan kita zat Allah Ta’ala dan kita inilah Af’al allah Ta’ala.
Adapun Ahdiah itu Hakikat Allah dan Wahdiah itu Hakikat Muhammad dan Wahdiah itu Hakikat Insan.
Adapun Ahdiah martabat Lata’yun dan Wahdah martabatnya ta’yun Awal dan Ahdia martabatnya Ta’yun tsani dan kita inilah yang bernama Muhammad dan Muhammad inilah bayang bayang Haq Ta’ala, karena Ruhulquddus itulah sebenar benarnya Muhammad dan Ruhul quddus inilah yang sebenar benarnya Haq Ta’ala, Ruhulquddus inilah tubuh Haq Ta’ala dan Haq Ta’ala inilah sebenar benarnya Muhammad Rasulullah karna ilmu Haq Allah Ta’ala dan yang berkata inilah Muhammad Rasulullah ... jangan syak dan sangka, barang siapa syak menjadi kafir na’udzubillahminha maka keluarlah ia daripada umat Muhammad dan inilah sebenar benarnya Muhammad, apabila sudah i’tiqad demikian maka kita haramlah merasai mati, inilah yang sudah kiamat akhir dan haramlah kepada kita siksa dan haramlah kepada neraka... jangan syak, inilah ma’rifat yang sudah dan kita inilah i’tiqad yang sempurna dan i’tiqad segala ahli sufi dan arifbillah dan kita inilah rahasia yang sebenar benarnya tiada lain daripada ingat Allah dalam Allah, janganlah lagi syak.

Inilah ilmu rahasia Hak Subhanahuata’ala yang diturunkan oleh Syeikh Abdul Qadir Al Jailani yang ditunjuk Allah. Dan kita inilah. 

Janganlah dikatakan sana sini melainkan gurunya dengan murid maka dapat dikatakan ia janganlah sangka kita inilah yang bernama insan kamil dan kita inilah yang menanggung rahasia Allah Ta’ala, maka sekalian ini kita belaka jibril, mikail, irrofil, izrail itupun kita belaka, Iman Islam kita belaka dan Sir cita cita Rasa, ‘isyiq, asyiq, masyuq pun kita belaka dan wadi madi mani ma’nikam suatu juga, tanah api air angin pun kita belaka dan syari’at thariqad hakikat ma’rifat pun kita belaka, awal akhir zahir bathin pun kita belaka, dunia akhirat syurga neraka pun kita belaka, wujud ‘ilmu Nur dan /syuhud suatu juga, alam arwah alam misal alam ajsam dan alam insan suatu juga kepada nubut insan kamil mukamil menzahirkan Allah dan nama Muhammad lagi pula tersurat nama Allah dan Muhammad kepada tubuh insan lagi pula ghoib Allah kepada Muhammad, Muhammad ghoib kepada Allah karna Allah dan Muhammad itu tiada bercerai barang suatupun.
Dan lagi pula nyawa tumbuh tumbuhan dan segala binatang itu tubuh kepada perempuan dan nyawa perempuan itu tubuh kepada kita dan nyawa kita itu berubah lima kali pada sehari semalam, pertama waktu subuh kepada ujung sulbi duduknya, dan waktu dzuhur itu kepada antara pusat dengan tulang belakang duduknya dan waktu ‘ashar itu kepada tengkuk duduknya dan waktu maghrib itu kepada antara kedua kening duduknya dan i’sya kepada ubun ubun duduknya sampai sembahyang witir itu kepada fuat duduknya Wallahi demi Allah Rasulullah, janganlah syak lagi.

1 comment:

endang supriyadi said...

Alhamdulillah lanjutkan dengan semangat dan ikhlas, saya menyukai semua artikel disini

Post a Comment