(BABUL HAQ)

بسم الله الرحمن الرحيم
Adapun badan Ruhani itu ialah Allah, 
dan Allah itu jangan dicari lagi,
karena Allah Ta'ala sudah menjadi segala Nyawa, jangan engkau cari lagi,
karena Allah Ta'ala itu LAISA KAMISLlHI.
Penjelasan :
Engkau itu adalah RahsiaKu,
maka rahasia itulah yang menuju kepada Aku,
sehingga engkau itu adalah pendengaranku dan penglihatanku dan kesemuanya itu terhimpun di dalam Rahasia Ku maupun di dalam atau di luar.
Sehingga engkau Fana Ul Fana dan tiada mempunyai daya upaya,
sehingga batin engkau itulah yang dikatakan Ta'ala.
Jikalau engkau hilangkan tubuh menjadi Nur sehingga tubuh engkau menjadi Ruh,
maka hilangkan tubuh engkau itu menjadi titik,
maka titik itulah yang disebut Kaca Putih,
yaitulah asal-asalnya kejadian Alif,
maka Alif itulah bergerak di dalam laut rahasia,
itulah yang disebut Hayat maka hiduplah dan bergeraklah tubuhnya,
itulah yang dinamakan sifatNya yang ada di dalam tubuh engkau itu,
itulah namanya itulah dirinya.
Maka AKUlah yang Laisa dan jangan dicari lagi. Itulah yang disebut sudah menjadi Nyawa.
Kalau engkau kosongkan maka yang berbunyi AKU itu Wujudku,
kalau engkau keluarkan maka berbunyi Rahasia.
Maka kalau engkau naikkan nafas engkau maka berbunyi,
Wujud Idafi.
Nafas itu adalah Rahasia antara turun naik,
itulah yang berkata AKU ADALAH ENGKAU dan ENGKAU ADALAH AKU.
Disitulah engkau di dalam diriNya,
naik berbunyi Wujudku dan turun berbunyi ZatKu,
disitulah engkau mengetahui atau yang berkata disebut Rahasia di dalam Rahasia,
maka hilanglah Rahasia itu,
yang ada hanyalah Wujudku.
Disitulah engkau Mi'raj,
pertemuan dalam HadiratKu dan apabila engkau turun maka wajiblah engkau mengerjakan perintahku,
sehingga engkau cinta kepadaKu dan engkau jauhilah segala yang AKU haramkan.
Engkau lihatlah Syahadat,
disitulah engkau menyempurnakan segala- galanya, berpeganglah kepadanya,
karena jikalau tidak maka engkau itu adalah sesat, maka selalulah engkau wajib mengerjakan perintahKU.
Syahadat itu adalah tubuh engkau.
Alhamdu itu AKU dengan engkau.
Ingat itu adalah RahasiaKU Kepada engkau.
Jikalau engkau tiada berpegang pada yang diajarkan Nabi kita itu maka engkau sesat lagi kafir.
Oleh sebab itu wajiblah engkau mengerjakan perintahnya dan taat kepadanya,
dan hendaklah engkau Khauf dan cinta dan jangan engkau lupa setiap saat.
Jikalau engkau lupa maka AKU lebih jauh dan kalau engkau dekat maka AKU lebih hampir dan kalau engkau hampir maka AKUlah dirimu dan diriKu adalah LAISA KAMISLIHI, disitulah engkau zauk.
Marilah kita bersama-sama memperbanyak amaliah sehingga terbukalah bagi engkau satu dinding rahasia atau hijab yang dikatakan NUR ALA NURIN.
Maka Nur itu "tajallilah kepada dirinya,
sehingga engkau ghaib maka engkau adalah di dalam WUJUD-HAQ.
Kita sebut kalimah zikir LA ILAHA ILLA ALLAH satu nafas itulah yang disebut KALAMULLAH.
Jikalau engkau naikkan nafas engkau itu AKU atau HU,
maka itulah yang dinamakan WujudKU yang Laisa, ialah yang tiada Huruf dan tiada suara. Jikalau engkau zahirkan suara engkau itu maka zahirlah sifatku, Jikalau tiada engkau zahirkan maka engkau ghaib di dalam Wujud Idafi.
Wujud itu Laisa Idafi,
itu suci murni dan bersih.
Itulah yang disebut Nur dan itulah yang dinamaKan AHMAD dan juga adalah dinamakan Nur-Zat.
Maka zat itulah yang disebut engkau,
barulah itu dikatakan Fana UL Fana atau yang disebut karam dan engkau itu sampailah sudah kepada Baqa UL Baqa.
Disitulah engkau melalui segala-galanya yang disebut NUR ALA NURIN atau ghaib dengan ghaib sampai Haq kepada Haq.
Marilah kita kembali kepada asalnya AL FATIHAH,
Aku Laisa,
di dalam Aku engkau maka disitulah engkau naikkan nafas engkau kepadanya.
Kalau engkau turunkan ke bumi atau ke dalam jasad,
jasad itulah yang berbunyi ALLAH hurufnya.
Jikalau engkau hilangkan huruf ALLAH itu menjadi HU itulah yang disebut kosong,
tiada tahu lagi akan dirinya,
hanya yang ada Wujud saja lagi.
Maka engkau tiadalah berujud lagi dan sifat bersifat lagi,
dan tiada nama bernama dan tiada buat berbuat.
Maka disitulah engkau karam di dalam Kalimah ini,
barulah engkau itu hilang semuanya,
yang ada hanya Wujud saja lagi semata-mata,
disitulah engkau bernama NUK atau NUKTAH.
Maka NUKTAH ini ialah satu-satunya yang menjadi awal sekalian yang ada ini,
Maka selalulah engkau taat akan segala perintahnya,
ingatlah selalu akan kataNya :
Esakan Aku, esakan Aku atau sempurnakan Aku.
Jika engkau sempurnakan maka engkau itu yang bernama Insan,
jikalau engkau manusia maka DIAlah manusia Insan-Kamil.
Sebenar-benarnya diri itu Ruh,
sebenar-benarnya Ruh itu Sir.
Sebenar-benarnya Sir itu Rahasia.
Sebenar-benarnya Nur Muhammad itu Sifat,
sebenar-benarnya Sifat itu Zat.
Sebenar-benarnya Zat itu Sir.
Maka Sir itulah yang disebut Aku Laisa Kamislihi Syai'un.
Sudahkah engkau membaca Zikrullah ?
Sudahkah engkau membaca Tasbih?
Sudahkah engkau membaca Qul Huwallahu Ahad ?
Sudahkah engkau membaca Yasin ?
Sudahkah engkau membaca Suratul Fatihah?
Maka marilah menghilangkan tubuh kita sampai menjadi misra apa yang disebut di atas itu dan bagaimana jalannya itu?
Jikalau engkau sudah misrakan,
maka rindulah engkau kepadaNya,
sebab dengan rindu itulah orang baru sampai kepadaNya.
Maka jadikanlah darah engkau itu Kalimah Zikrullah.
Jadikanlah tubuh engkau itu Tasbih.
Jadikanlah tubuh engkau itu Qul Huwallahhu Ahad,
atau Hilangkan tubuh engkau itu menjadi wujud yang hakiki.
Dengan Yasin jadikanlah tubuh engkau itu Nur Muhammad.
Jadikanlah Al Fatihah itu wujud yang maha suci.
Maka dengan demikian itu adalah kita di dalam RahasiaNya.
Adapun artinya Qul Huwallahhu Ahad itu ialah :
Berkata Allah: Esakan Aku.
Maka oleh itu supaya engkau mendapat satu rahasia,
karena di dalam kalimat Qul Huwallahhu Ahad itu terkandung lima rahasia;
satu di dalam Rahima Kumullah, kedua dalam Rahim ibu,
ketiga dalam liang lahat,
keempat di Yaumil Mahsyar dan kelima di Hadratullah.
Telah berkata Allah, bahwasanya siapa hambaku yang sarnpai di maqam ini maka Aku adalah engkau, engkau adalah Aku.
Marilah kita bersama-sama membersihkan tubuh kita yang kotor ini,
sebab tubuhlah yang mengandung maka jadikanlah tubuh engkau itu seperti kaca yang terang benderang dan cahaya itulah yang disebut NurKu.
Maka Alhamdu ialah perkataan yang mula-mula,
sebab dialah yang maha suci Itulah yang dikatakan bacalah dengan namaKu yang menjadikan engkau BA ( ﺏ ).
Itulah yang menimbulkan satu rahasia atau Nur,
itulah yang memuji kepada dirinya, sebab disitulah kejadian asal dari pada Kun.
Adapun Kun itu ghaib atau Laisa, maka jadilah satu titik atau menjadi huruf BA (ﺏ ).
Maka BA itulah yang berbunyi namaKu atau yang berbunyi = ﻮﻫ ﺏ = yang dua kata itu yang berbunyi : bacalah dengan namaKu
Maka BA itulah yang disebut bathin, maka tubuh engkau itu karamkan atau hancurkan atau leburkan atau binasakan, barulah engkau bertubuh Nur saja lagi, sebab tubuh atau jasad engkau itu yang berbunyi :
ﷲﺎﺑﻻﺍ ﺓﻮﻗﻻﻮﻟﻮﺣﻻ
Maka kembalilah kita kepada mula-mula asal Ruh yang tiada lupa kepadanya, sebab tiada lupa itulah darah engkau menjadi kalimah zikir dan Tasbih,
itulah cahayanya sehingga engkau adalah Aku.
Sebab itu berhati hatilah engkau jangan sampai lupa kepadaNya. Kalau engkau lupa kepadaNya,
Dia lebih jauh.
Kalau engkau hampir,
Dia lebih dekat.
Kalau engkau dekat maka Akulah pendengarnya,
Akulah penglihatnya dan
Akulah yang meliputinya, sehingga engkau misra dalam Wujud-Haqiqi.
U Pasal : U Inilah satu uraian huruf yang bernama dan berbunyi ALIF, maka Alif itu ialah yang dikatakan Esa. Alif adalah termasuk rahasia diriNya, sebab DIAlah yang ada sendirinya. Kemudian lalu Alif itu bergerak, maka gerak itulah yang berbunyi HAQ, itulah yang dikatakan atau yang berbunyi Wahdatul-Wujud, maka Laisalah diriNya itu,
atas yang dikatakan ghaib,
di dalam laut Ghaibul-Ghuyub atau Bahrul Butun.
Maka di dalam laut titik itulah yang dikatakan atau yang bernama NURULLAH ialah juga yang disebut NUR ZAT,
maka ghaiblah Nur Zat itu menjadi Roh Idafi, dan Roh idafi itu disebut AHMAD,
maka Ahmad itulah yang bernama ZATUL BUTHI.
Itulah namanya yang tiada rosak dan hancur.
Jadikanlah jasad dan tubuh engkau atau diri engkau itu semuanya karam di dalam KalimahKu.
Maka engkaupun tiada lupa memuji Aku,
sebab Aku tiada lupa berbunyi HU ALLAH tiadalah lupa Aku memuji diriKu sendirinya.
Dengarkanlah di dalam engkau itu yang berbunyi Wujud Zat dan itulah yang berbunyi Tik-Tik-Tik itulah bunyinya yang lebih cepat. Bahwasanya Roh itu tiada lupa kepadaNya,
sehingga keluarlah cahaya Nur-Nya yang sangat terang,
maka cahaya itulah yang dikatakan atau yang disebut Insan.
Maka kembalilah kita kepada Satu yang dikatakan ZATUL-BUHTI atau itulah yang dimaksud Allah Ta'ala. Sehingga menjadi Akulah pendengarannya, penglihatannya, penciumannya dan pengrasanya, maka. yang empat itulah yang disebut Akulah kesemuanya. Maka itulah yang disebut engkau adalah Aku, dan Aku adalah engkau. Maka engkau tiada berpisah atau bercerai sebab disitulah yang berbunyi Wujud-Zat.
Pasal : Adapun yang terhimpun di dalam tubuh kita ini ada dua Ruh yang hendak diketahui, yaitu pertama Ruh yang dikatakan Ruhul-Kuddus, dan yang kedua dinamakan Ruhani. Adapun sebutannya Ruhul-Kuddus itu ialah HU dan sebutannya Ruhani itu ialah ALLAH. lnilah yang kita cari yang dinamakan Rahasia Allah dengan Muhammad. Jikalau engkau hendak mengetahui ilmu rahasia ini bersungguh-sungguhlah menuju jalan ini, supaya engkau selamat dunia dan akhirat. Inilah jalan rahasia Tuhan yang tersembunyi di dalam diri kita ini, dan jangan dikeluarkan kepada orang awam rahasia ini.
Jangan susah-susah mencari Allah, karena Allah sudah lenyap menjadi nyawa sekalian batang tubuh, KUN HATITAH namanya diri engkau itu. Jangan susah mencari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh.
Di mana ada Nur nya tentu terputus dari yang punya Nur. Bersatu tapi tiada bersekutu, itulah antara kita dengan Allah.
BABUL HAQ

5 comments:

Karipap Kerang said...

Assalam wahai sahabat..boleh saya bertanya..apakah yg dikatakan tak berhuruf dan tak bersuara tuu..maaf sbb saya kurang faham apa maksud nya..

Ferry Wijiantara said...

Subhanallah... Mohon izin copy. Salam dari bali- Indonesia

Tok Latiff Mawar Nurullah said...

Waalaikummussallamun

Muhtarom Muhtarom said...

Mohon ijin copy

Radja Syah 87 said...

Ini isi kitab dr kalimantan

Post a Comment